Jumat, 17 Februari 2012

ASAL MULA FASHION


Asal Mula Sejarah Fashion

     Fashion adalah gaya dan kebiasaan yang lazim pada waktu tertentu. Dalam penggunaan yang paling umum bagaimanapun, “mode” menggambarkan gaya pakaian yang populer. Banyak busana yang populer di banyak kebudayaan pada suatu waktu tertentu. Penting adalah ide bahwa kursus desain dan mode akan berubah lebih cepat daripada budaya secara keseluruhan. Fashion desainer pakaian membuat dan menghasilkan artikel.
     Istilah “trendi” dan “mode” yang digunakan untuk menjelaskan apakah seseorang atau sesuatu yang cocok dengan saat ini atau bahkan tidak begitu saat ini, modus populer berekspresi. Namun, lebih lagi di era modern item disebut ‘tidak begitu saat ini’ mungkin memang cocok dengan istilah ‘Retro. ” Retro fashion memungkinkan perubahan aturan, seperti ‘lama tiba-tiba baru, “demikian modis. Istilah “mode” sering digunakan dalam pengertian yang positif, sebagai sinonim untuk glamor, cantik dan bergaya [rujukan?]. Dalam pengertian ini, busana adalah semacam seni komunal, melalui mana suatu budaya meneliti yang pengertian tentang keindahan dan kebaikan. Istilah “mode” juga kadang-kadang digunakan dalam pengertian yang negatif, sebagai sinonim untuk mode dan tren, dan materialisme.
     Terdapat beberapa kota yang diakui sebagai pusat mode global atau mode ibu kota. Fashion Weeks diadakan di kota-kota ini di mana desainer memamerkan koleksi pakaian baru mereka kepada khalayak. Lima kota utama di Tokyo, London, Paris, Milan dan New York – lima ini terkenal dengan pengaruh besar pada mode dunia dan kantor pusat untuk perusahaan fashion terbesar. Kota-kota lain, termasuk Los Angeles, Berlin, Roma, Osaka, Toronto, New Delhi, Mumbai, Hong Kong, Dubai, Sao Paulo, Sydney, Moskow, Madrid, Singapura, Seoul dan Shanghai juga mengadakan fashion minggu dan lebih diakui setiap tahun.
Beberapa sejarawan mengamati sering mengubah gaya pakaian khas Barat sebagai kebiasaan oleh populasi perkotaan. [Ragu-ragu - mendiskusikan] Perubahan dalam kostum sering terjadi pada saat-saat ekonomi atau perubahan sosial (seperti di Roma kuno), tetapi kemudian dalam waktu yang panjang tanpa besar perubahan diikuti. Pada abad ke-8 Cordoba, Spanyol, Ziryab (musisi terkenal saat itu) dikatakan telah memperkenalkan gaya pakaian canggih yang didasarkan pada timing musiman dan sehari-hari dari tanah kelahirannya di Baghdad dan inspirasi sendiri.
     Permulaan kebiasaan di Eropa terus-menerus dan semakin cepat perubahan gaya dapat cukup dipercaya tanggal ke pertengahan abad ke-14, yang termasuk James Pertemuan & sejarawan Fernand Braudel dan tanggal awal mode pakaian Barat. Manifestasi yang paling dramatis drastis yang tiba-tiba memperpendek dan pengetatan laki-laki lebih-garmen, dari betis-panjang untuk nyaris tidak menutupi bokong, kadang-kadang disertai dengan isian pada dada untuk melihat lebih besar. Hal ini menciptakan garis yang khas laki-laki Barat yang disesuaikan atas dikenakan di atas legging atau celana panjang.
     Laju perubahan sangat cepat pada abad berikutnya, dan perempuan dan laki-laki fashion, terutama dalam berpakaian dan menghias rambut, menjadi sama-sama kompleks dan berubah. Oleh karena itu sejarawan seni dapat menggunakan mode dalam berpacaran foto dengan peningkatan kepercayaan diri dan presisi, sering kali dalam lima tahun dalam kasus gambar abad ke-15. Awalnya perubahan dalam mode menyebabkan fragmentasi dari apa yang sebelumnya telah sangat mirip dengan gaya berpakaian di kelas atas Eropa, dan pengembangan yang khas gaya nasional, yang tetap sangat berbeda sampai kontra-gerakan dalam-17 ke abad 18 yang dipaksakan sama gaya sekali lagi, akhirnya orang-orang dari rezim lama di Perancis. Meskipun kaya biasanya dipimpin fashion, peningkatan kekayaan awal Eropa modern mengarah ke borjuasi dan bahkan petani tren berikut pada jarak dekat kadang-kadang tidak nyaman untuk elite – Braudel faktor menganggap sebagai salah satu motor utama untuk mengubah mode. The mode dari Barat umumnya tak tertandingi baik di zaman kuno atau dalam peradaban besar lainnya di dunia. Barat awal wisatawan, baik ke Persia, Turki, Jepang atau Cina sering berkomentar tentang tidak adanya perubahan dalam mode sana, dan pengamat dari budaya lain tersebut komentar mengenai kecepatan pantas mode Barat, yang banyak orang merasa menyarankan suatu ketidakstabilan dan kurangnya ketertiban di budaya Barat. Shogun Jepang sekretaris membual (tidak sepenuhnya akurat) ke Spanyol pengunjung dalam pakaian Jepang 1609 yang tidak berubah dalam lebih dari seribu tahun. Ming Namun di Cina, misalnya, ada cukup bukti untuk busana yang berubah dengan cepat dalam pakaian cina.
     Sepuluh abad ke-16 potret dari Jerman atau Italia Tuan-tuan mungkin akan menampilkan sepuluh topi sama sekali berbeda, dan pada periode ini perbedaan nasional berada pada mereka yang paling menonjol, seperti Albrecht Dürer mencatat dalam aktual atau kontras komposit Nuremberg dan Venesia mode pada akhir abad ke-15 (ilustrasi, kanan). Yang “gaya Spanyol” dari akhir abad mulai bergerak kembali ke sinkronisitas antara kelas atas Eropa, dan setelah sebuah perjuangan pada pertengahan abad ke-17, gaya Perancis tegas mengambil alih kepemimpinan, suatu proses yang diselesaikan pada abad ke-18.
Meskipun warna dan pola tekstil berubah dari tahun ke tahun, potongan mantel gentleman dan panjang rompinya, atau pola yang gaun seorang wanita dipotong diubah lebih lambat. Busana laki-laki sebagian besar berasal dari model militer, dan perubahan dalam siluet laki-laki Eropa yang galvanis dalam teater perang di Eropa, di mana perwira pria memiliki kesempatan untuk membuat catatan dari gaya asing: sebuah contoh adalah “Steinkirk” syal atau dasi.
     Langkah perubahan mengambil di 1780-an dengan meningkatnya penerbitan perancis ukiran yang menunjukkan gaya Paris terbaru, meskipun ada distribusi berpakaian boneka dari Prancis sebagai pola-pola sejak abad ke-16, dan Abraham Bosse telah menghasilkan mode ukiran dari 1620. Pada 1800, semua Eropa Barat yang berpakaian mirip (atau mengira mereka): variasi lokal pertama menjadi tanda budaya provinsi, dan kemudian lencana petani yang konservatif.
Walaupun penjahit dan penjahit sudah tidak diragukan lagi bertanggung jawab atas banyak inovasi sebelumnya, dan industri tekstil pasti membawa banyak tren, sejarah desain fashion biasanya diambil untuk tanggal dari tahun 1858, ketika Inggris kelahiran Charles Frederick Worth membuka haute couture sejati pertama rumah di Paris. Sejak saat itu desainer profesional telah menjadi semakin lebih dominan tokoh, meskipun berasal dari banyak mode busana di jalanan.
     Barat modern memiliki berbagai pilihan yang tersedia dalam pilihan pakaian mereka. Apakah seseorang memilih untuk memakai orang dapat mencerminkan kepribadian atau suka. Ketika orang-orang yang memiliki status budaya mulai mengenakan pakaian yang baru atau berbeda tren fashion dapat mulai. Orang-orang yang menyukai atau menghormati mereka mungkin mulai mengenakan pakaian gaya yang serupa.
Fashions dapat sangat bervariasi dalam suatu masyarakat menurut umur, kelas sosial, generasi, pekerjaan, dan geografi serta dari waktu ke waktu. Jika, misalnya, pakaian orang yang lebih tua sesuai dengan gaya anak muda, ia mungkin tampak konyol di mata kedua muda dan orang tua. Istilah fashionista atau korban mode merujuk kepada seseorang yang secara sangat merendahkan diri mengikuti mode saat ini.
Orang dapat menganggap sistem olahraga berbagai mode sebagai bahasa mode menggabungkan berbagai pernyataan mode menggunakan mode tata bahasa.
 

 by:acimbluestar@gmail.com/
      ADITIYA CHANDRA

Busana Muslimah dan Tampil Cantik Saat Lebaran



Ingin tampil mempesona saat hari Raya nanti? Caranya adalah dengan memilih busana muslimah yang bisa menutupi kekurangan sekaligus mengaksentuasi kelebihan tubuh Anda. Berikut empat tips memilih baju lebaran sesuai bentuk tubuh.
http://media2.id.88db.com/DB88UploadFiles/2011/08/18/F41AD30D-6D5B-4C4C-9878-0B2ACFF4AF60.jpg
Tubuh Lurus
Bagi Anda yang memiliki tubuh lurus, sebaiknya berikan perhatian pada cara menambahkan lekukan tubuh. Pilih baju muslim yang berpotongan di pinggang. Misalnya saja gamis atau abaya yang dilengkapi detail pada pinggang. Sebagai referensi klik di sini.

Jika Anda tidak ingin mengenakan terusan panjang, busana model ‘two-pieces’ pun bisa dijadikan pilihan. Alihkan perhatian dengan memilih atasan berdetail atau bawahan yang berpotongan longgar. Seperti salah satu busana muslim karya Ghea Panggabean ini yang menghadirkan celana jodhpur dan detail bordir pada atasan. Simak penampilannya di sini.
Untuk tubuh lurus, sebaiknya hindari model busana yang ketat karena akan mempertegas bentuk tubuh Anda yang sebenarnya. Namun, bukan berarti Anda bisa mengenakan busana yang terlampau longgar. Pakaian seperti ini justru membuat Anda semakin tak memiliki lekuk tubuh.
Tubuh Jam Pasir
Pilihan untuk bentuk tubuh ini lebih bervariatif. Intinya, hanya perlu mempertegas kelebihan Anda, yaitu lekuk tubuh. Berekpresilah dengan baju muslim yang memilik detail pada pinggang, salah satunya gamis berdraperi seperti ini. Untuk alternatif lain, Anda bisa mencoba gaya retro ala tahun ‘50an yang sedang tren. Misalnya, rok maxi berpotongan high waist yang dipadukan bersama kaus pas badan berlengan panjang. Bagi pemilik tubuh jam pasir, hindari memilih baju muslim yang terbuat dari bahan tebal dan berat, seperti rajut karena akan menambah volume tubuh Anda.
Tubuh Mungil
Untuk tubuh mungil, pilihlah busana yang tidak terlalu panjang seperti terusan maxi, karena akan menciptakan kesan ‘tenggelam’. Sebaiknya, pakai busana yang pas di tubuh namun tidak terlalu ketat dan lengkapi penampilan dengan sepatu hak untuk kesan jenjang. Busana muslim yang longgar bukan pilihan yang tepat untuk Anda, ada baiknya jika memilih busana muslim ‘two-pieces’ seperti ini.
(eya/kikwolipop.com)
lihat juga info terkait: Busana Muslim

Busana Muslim di Tanah Abang Laris Manis

Busana Muslim Murah - Minggu pertama bulan Ramadan, pusat grosir busana Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah diramaikan perburuan busana muslim untuk Lebaran, Rabu (3/8). Konsumen berdatangan dari dalam dan luar negeri.
Liz, misalnya. Ia sengaja berbelanja lebih awal, karena ia menduga pada dua minggu atau seminggu menjelang Lebaran tempat itu makin ramai didatangi orang. “Selain itu, saat ini harganya belum melonjak,” katanya.
http://media2.id.88db.com/DB88UploadFiles/2011/08/18/8A955306-C649-4904-8985-F6420501F493.jpg
Konsumen lain, Dilla, sengaja datang dari Negeri Jiran Malaysia, untuk memenuhi kebutuhan busana keluarganya pada Idul Fitri nanti. Tanah Abang menjadi pilihan, karena harganya dinilai relatif lebih murah dibandingkan tempat lain.
Makin membanjirnya konsumen ke tempat itu membuat para pedagang tersenyum. “Dibandingkan bulan sebelumnya, omzet penjualan para pedagang rata-rata meningkat 30 persen,” kata Susi, pedagang di Pasar Tanah Abang.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, para pedagang bukan hanya menyediakan busana muslim buatan dalam negeri. Mereka juga mendatangkan busana muslim dari negara lain.(SHA/liputan6.com)
lihat juga info terkait: Busana Muslim

Mengenal Koleksi Kebaya hingga Abaya dari Ramli

Setelah Membahas cara memilih busana muslim anak, kita lanjut menyimak artikel tentang busana muslim yang satu ini .Perancang kondang Indonesia, Ramli tetap setia dengan rancangan kebaya. Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Ramli memberikan lebih banyak pilihan busana. Selain memberikan pilihan tujuh kebaya terbarunya, Ramli juga menghadirkan busana longgar berpotongan panjang warna hitam kreasi teranyarnya. Koleksi lebaran Ramli lebih bervariasi dengan ragam pilihan

“Dari 11 kebaya yang ditampilkan, tujuh di antaranya adalah rancangan terbaru. Selain kebaya, pilihan busana muslim lainnya adalah abaya dan tunik. Busana yang sopan, tertutup, dan longgar warna hitam juga koleksi baru yang bisa dikenakan saat Hari Raya nanti. Sedangkan kebaya lebih multifungsi. Selain bisa dipakai saat perayaan lebaran, kebaya juga bisa dikenakan untuk pesta atau acara formal lainnya,” jelas Ramli saat ditemui Kompas Female usai pagelaran busana memeriahkan program Ramadhan Rhapsody di Grand Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ramli menjelaskan, koleksi hari raya rancangannya memungkinkan untuk dipadu-padankan dengan aksesori kepala, sebagai busana muslim. Ramli memang hanya menampilkan selendang sebagai pelengkap busana tertutup untuk hari raya saat peragaan busana. Namun katanya, busana rancangannya bisa disesuaikan dengan penggunaan kerudung atau jilbab untuk penampilan berbusana muslim yang lebih sempurna.
Selendang yang melengkapi rancangan busana Ramli merupakan buatan tangan dari kain sutra, organdi, juga sifon. Anda juga bisa mengkreasikan selendang ini sebagai penutup kepala.
Koleksi lebaran Ramli, terutama tunik dan abaya, mematuhi pakem busana muslim dengan potongan panjang dan tidak ketat di badan. Selain juga tak meninggalkan konsep garis rancang Ramli, yang menonjolkan sisi etnik Indonesia.
Busana hitam memang menjadi andalan dan kreasi terbaru Ramli jelang hari raya, namun abaya bermotif batik juga dihadirkan. “Motif batik sangat khas karena didesain sendiri, dan diserahkan ke pengrajin untuk memproduksinya. Seperti pengrajin di Jawa Tengah, Betawi, dan Madura,” jelas perancang busana yang dianugerahi penghargaan Fashion Icon di ajang Jakarta Fashion & Food Festival 2011 ini.

Senin, 30 Januari 2012


FASHION MUSLIM
1.Terpenting dalam memilih busana muslim adalah sesuai dengan aturan Islam. Busana Muslim bertujuan untuk menutup aurat dan melindungi tubuh pemakainya dari hal-hal yang bisa mencederai. Oleh karena itu pilihlah busana atau baju muslim yang longgar sehingga menyamarkan siluet tubuh.

fashion muslim
2.Sebaiknya tidak menggunakan baju ketat yang di double dengan baju lengan pendek, ¾, atau tank top. Jika Anda memilih untuk berbusana muslim atau baju muslim maka pilihlah kreasi busana lengan panjang.
3.Pilih desain baju, model dan bahan yang sesuai dengan aktivitas. Jika banyak beraktivitas pilihlah bahan yang menyerap keringat dan tak mudah kusut, yang terdiri dari atasan dan celana panjang. Untuk aktivitas yang lebih banyak diam pengguna pakaian muslim/pakaian muslim akan bertambah anggun dengan memakai rok.
4.Pilihlah penutup kepala jilbab yang tetap menutup leher. Pelajari berbagai desain baju, kreasi kerudung yang banyak diinformasikan dalam media massa agar tetap mengikuti mode namun tetap mengikuti aturan agama.
5.Pilih busana muslimah yang menyamarkan kekurangan tubuh agar Anda tampil percaya diri. Misalnya dari segi bahan, orang yang berbadan kurus sebaiknya menggunakan pakaian yang terkesan bertumpuk, dan orang berbadab besar gunakanlah bahan yang terkesan ringan. Dari segi warna, bagi yang berbadan besar warna gelap akan tampak lebih mengesankan.
6.Sebaiknya Anda tak perlu bingung memilih busana muslimah untuk pesta. Pakaian sederhana yang dimiliki bisa terkesan mewah dengan cara memberikan pelengkap dari bahan yang terkesan mewah. Contoh, gabungkan batik berbahan katun dengan selendang organdi yang serasi ataupun membalut gamis sederhana dengan obi dari sutra atau berbordir.


Melihat Tren Busana Muslim di Tahun Ini



Busana muslim di Indonesia mengalama perkembangan yang semakin pesat. Kita bisa lihat banyaknya tren yang selalu ada setiap tahun, misalnya saja tahun kemaren gaya baju muslim model kaftan sempat menjadi idola.
Memang Indonesia saat ini sudah menjadi ajuan dalam tren busana muslim modern di tingkat Asia. Karena mayoritas penduduk Indonesia yang muslim ikut mendorong pertumbuhan tren busana muslim.


busana 
muslim modern


Selain itu, desainer kita juga memiliki dan inovasi terhadap rancangan busana muslim yang modern dan trendy. Sisi kreatifitas yang unggul membuat Indonesia terdepan di Negara Asia.
Tahun ini tentunya kemungkinan model busana muslim kembali lagi ke gaya klasik, yang lebih mengedepankan kepraktisan dan lebih simple.
Baju muslim modern yang bergaya simple ini tentunya juga di imbangi dengan ornament dan detail yang ada di bagian dada dan tangan.
Untuk warna baju muslim tahun ini akan lebih dominan terhadap warna-warna cerah dan berani yang bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Sedangkan warna yang cenderung lembut lebih cocok untuk digunakan pada acara formal.(wk)

Trend Busana Muslim Hoodie dan Kaftan

Model Baju Muslim Hoodie saat ini menjadi tren di kalangan muslimah terutama untuk anak remaja. Baju hoodie sendiri bentuknya seperti baju berlengan panjang namun memiliki penutup kepala. Pada Bagian dada memiliki detail berkerut mirip dengan jilbab sehingga tidak perlu lagi mengenakan kalung atau rantai.
baju hoodie
Baju muslim hoodie ini memiliki dua tipe yaitu biasa atau seperti baju biasa dan ada juga jenis terusan yang biasanya di tambahkan aksesoris ikat pinggang berukuran kecil
Selain baju muslim model hoodie, saat ini juga dikenal dan digandrungi model baju kaftan, model baju ini berasal dari timur tengah dan dimodifikasi menjadi baju muslim modern, ciri khas baju kaftan ini sendiri adalah long dress yang terdapat kain yang berlebih pada lengan hingga membentuk formasi seperti sayap dan hiasan berpusat pada bagian dada dengan berbagai variasi biasanya berbahan kain sifon dan silk sutra.
Baju kaftan bisa dipadukan dengan rok atau pun celana panjang. ciri lain dari baju kaftan ini hiasan ”bling-bling” berupa payet, mute, dan payet, biasanya ada pada bagian dada. Dengan model baju muslim terbaru tidak ada salahnya kita mencoba untuk tampil cantik.
Info Terkait: Baju Kaftan

Tips Padu Padan Gamis ala Syahrini


Model Baju Muslim yang trend saat ini adalah baju gamis ala syahrini. Trend ini semakin banyak digandrungi kaum hawa.Ciri khas baju muslim syahrini ini adalah hiasan motif manik-manik di bagian leher dan perut.


http://media2.id.88db.com/DB88UploadFiles/2011/06/28/9B9A240D-8DF2-49A1-A68A-61C9247E1F1B.jpg


Bahan gamis syahrini terbuat dari kain sutera spandek yang halus, gamis Syahrini terasa enak di pakai, meski pada cuaca panas sekalipun.
Desain baju muslim ala syahrini ini sangat sederhana namun terkesan mewah, sehingga cocok untuk semua kalangan, baik remaja maupun para ibu rumah tangga. Sehingga untuk padu padan gamis syahrini dengan kerudung sangat mudah sekali, cukup padu padankan warna gamis syahrini kesukaan Anda dengan kerudung yang sewarna, dan juga gunakan celana atau rok yang berwarna agak gelap. Serta tambahkan sedikit aksesoris jilbab sehinga makin terlihat cantik.(wk)
Info Terkait: Model Baju Terbaru

Tren Berbusana Muslim Ala Syahrini



Baju Gamis - Saat ini lagi ngetrend yang namanya busana muslim ala syahrini. Gaun Muslim ala Syahrini berkesan elegan dengan kerut di bagian dada dan dipercantik dengan hiasan bros. Tak lupa di bagian leher dan perut dipasang payet-payet cantik. Pada bagian lengan dibuat lebar dan memanjang, menyiratkan kesan yang cukup unik. Beragam pilihan warna pun disediakan, mulai dari warna gelap hingga cerah. Ukuran pun tersedia dari yang terkecil hingga terbesar, dari model gamis atau hanya atasannya saja.
baju 
gamis
Menurut para pedagang busana muslim, sebagian besar konsumennya banyak mencari model gaun Syahrini. Larisnya gaun ala Syahrini karena terlihat modis dan memang sedang digandrungi masyarakat saat ini. Beberapa toko yang awalnya tidak menjual pakaian Muslim kini beralih. Demi meraup untung, mereka juga menyediakan pakaian Muslim, khususnya gaun ala Syahrini.
Info Terkait: Busana Muslim

Trend Baju Kaftan Makin Digemari

Baju Kaftan asalnya memang dari timur tengah tepatnya negeri maroko, ciri khas dari baju kaftan ini adalah long dress yang terdapat kain yang berlebih pada lengan hingga membentuk formasi seperti sayap dan hiasan berpusat pada bagian dada dengan berbagai variasi biasanya berbahan kain sifon dan silk sutra.
http://media1.id.88db.com/DB88UploadFiles/2010/11/20/9B6719FF-B0AB-4065-BBA3-4DAE0F8B30BE.jpg
Kaftan yang ada di pasaran umumnya berukuran panjang dengan hiasan ”bling-bling” berupa payet, mute, dan batu-batuan. Kaftan bisa juga digunakan utnuk ke kantor dengan gaya casual dan bordir yang sederhana.
Di pusat belanja, tren kaftan tak hanya bisa dilihat pada merek-merek ritel. Para perancang busana turut merasakan tren tersebut dengan tingginya permintaan dari konsumen. Meski bukan termasuk model baru dalam dunia mode, desain kaftan saat ini sudah penuh variasi dengna memberi aplikasi draperi di bawah dada, hiasan payet, mute, atau memakai dua warna berbeda dalam satu baju.
Untuk gaya kasual, kaftan pendek bisa dipadukan dengan celana panjang. Bisa juga tanpa celana panjang seperti yang sering terlihat dalam peragaan busana bertema musim semi/panas.
Di sisi lain, kaftan juga bisa berfungsi sebagai gaun malam. Apalagi jika terbuat dari sutera buatan tangan dengan bordir emas atau perak. Bisa dikenakan dengan atau tanpa ikat pinggang.
Info Terkait: Baju Muslim

Kiat Memilih Busana Muslim Anak yang Tepat



Setelah membahas tips memilih baju muslim, lanjut kita bahas cara memilih baju muslim untuk anak. Bagi anak-anak aturannya cukup simple, dan lebih mengutamakan kenyamanan dan keamanan. Simak tips memilih baju muslim anak berikut ini:

Pilihlah bahan kaos atau katun yang lembut, karena mampu meyerap keringat dan bahannya tidak panas.
baju muslim anak


Pilihlah warna kesukaan si kecil, dan sarankan untuk memilih warna yang cerah, terang dan berwarna-warni agar si kecil kelihatan trendy.
Pilihlah pakaian yang agak longgar, sehingga tidak mengganggu aktifitas si kecil saat bermain dan belajar.
Pilihlah aksesoris yang tepat dan aman, seperti pita atau kalung. Tapi hindari pemakaian aksesoris berlebihan, terutama untuk anak di bwah tiga tahun.
Semoga bermanfaat untuk anda yang ingin membeli baju muslim untuk sikecil dengan baik dan tepat.(wk)
Info Terkait:  Busana Muslim

Tips Nyaman Berbusana Saat Lebaran

Lebaran selalu identik dengan busana baru. Namun baju baru atau tidak, bukanlah yang terpenting. Ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih busana baik baju muslim atau casual untuk hari raya.
http://media2.id.88db.com/DB88UploadFiles/2011/08/10/6596D356-454B-4FC7-945A-B2E3F211ACD4.jpg

Kenyamanan
Jangan memaksa jika ingin membeli baju baru. Bila Anda merasa kurang nyaman dengan baju tersebut sedikit saja, jangan memaksa untuk membelinya. Baju yang kurang nyaman hanya akan membatasi gerakan Anda saat bertemu dengan sanak saudara.

Bahan baju
Pilih bahan baju yang menyerap keringat. Pilih bahan yang nyaman seperti, katun atau sifon. Jangan memilih busana yang terbuat dari bahan organdi dan shantung karena bisa menimbulkan bau tak sedap jika terkena keringat. Walaupun nyaman, busana berbahan kaos terkesan terlalu santai untuk momen lebaran.
Model baju
Sesuai tema Idul Fitri, sebaiknya kenakan baju yang sopan. Tak perlu selalu memilih baju muslim, busana berpotongan longgar bisa juga mempercantik Anda di hari raya. Kaftan etnik dan maxi dress berlengan adalah beberapa model yang bisa jadi pilihan. Bagi Anda yang tidak memakai jilbab, memakai pashmina atau kerudung bisa jadi pelengkap penampilan.
Sepatu
Kegiatan lebaran yang mengharuskan Anda untuk mengunjungi banyak saudara dan kerabat akan lebih nyaman dengan sepatu hak datar (flat). Namun jika kurang percaya diri dengan flat, Anda bisa mengenakan wedges yang juga tak kalah nyaman.
(eya/fer/wolipop.com)
lihat juga info terkait: Busana Muslim

Busana Muslimah dan Tampil Cantik Saat Lebaran

http://media2.id.88db.com/DB88UploadFiles/2011/08/18/F41AD30D-6D5B-4C4C-9878-0B2ACFF4AF60.jpg


Ingin tampil mempesona saat hari Raya nanti? Caranya adalah dengan memilih busana muslimah yang bisa menutupi kekurangan sekaligus mengaksentuasi kelebihan tubuh Anda. Berikut empat tips memilih baju lebaran sesuai bentuk tubuh.

Tubuh Lurus
Bagi Anda yang memiliki tubuh lurus, sebaiknya berikan perhatian pada cara menambahkan lekukan tubuh. Pilih baju muslim yang berpotongan di pinggang. Misalnya saja gamis atau abaya yang dilengkapi detail pada pinggang. Sebagai referensi klik di sini.

Jika Anda tidak ingin mengenakan terusan panjang, busana model ‘two-pieces’ pun bisa dijadikan pilihan. Alihkan perhatian dengan memilih atasan berdetail atau bawahan yang berpotongan longgar. Seperti salah satu busana muslim karya Ghea Panggabean ini yang menghadirkan celana jodhpur dan detail bordir pada atasan. Simak penampilannya di sini.
Untuk tubuh lurus, sebaiknya hindari model busana yang ketat karena akan mempertegas bentuk tubuh Anda yang sebenarnya. Namun, bukan berarti Anda bisa mengenakan busana yang terlampau longgar. Pakaian seperti ini justru membuat Anda semakin tak memiliki lekuk tubuh.
Tubuh Jam Pasir
Pilihan untuk bentuk tubuh ini lebih bervariatif. Intinya, hanya perlu mempertegas kelebihan Anda, yaitu lekuk tubuh. Berekpresilah dengan baju muslim yang memilik detail pada pinggang, salah satunya gamis berdraperi seperti ini. Untuk alternatif lain, Anda bisa mencoba gaya retro ala tahun ‘50an yang sedang tren. Misalnya, rok maxi berpotongan high waist yang dipadukan bersama kaus pas badan berlengan panjang. Bagi pemilik tubuh jam pasir, hindari memilih baju muslim yang terbuat dari bahan tebal dan berat, seperti rajut karena akan menambah volume tubuh Anda.
Tubuh Mungil
Untuk tubuh mungil, pilihlah busana yang tidak terlalu panjang seperti terusan maxi, karena akan menciptakan kesan ‘tenggelam’. Sebaiknya, pakai busana yang pas di tubuh namun tidak terlalu ketat dan lengkapi penampilan dengan sepatu hak untuk kesan jenjang. Busana muslim yang longgar bukan pilihan yang tepat untuk Anda, ada baiknya jika memilih busana muslim ‘two-pieces’ seperti ini.
(eya/kikwolipop.com)
lihat juga info terkait: Busana Muslim

Busana Muslim di Tanah Abang Laris Manis

http://media2.id.88db.com/DB88UploadFiles/2011/08/18/8A955306-C649-4904-8985-F6420501F493.jpg
Busana Muslim Murah - Minggu pertama bulan Ramadan, pusat grosir busana Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah diramaikan perburuan busana muslim untuk Lebaran, Rabu (3/8). Konsumen berdatangan dari dalam dan luar negeri.
Liz, misalnya. Ia sengaja berbelanja lebih awal, karena ia menduga pada dua minggu atau seminggu menjelang Lebaran tempat itu makin ramai didatangi orang. “Selain itu, saat ini harganya belum melonjak,” katanya.

Konsumen lain, Dilla, sengaja datang dari Negeri Jiran Malaysia, untuk memenuhi kebutuhan busana keluarganya pada Idul Fitri nanti. Tanah Abang menjadi pilihan, karena harganya dinilai relatif lebih murah dibandingkan tempat lain.
Makin membanjirnya konsumen ke tempat itu membuat para pedagang tersenyum. “Dibandingkan bulan sebelumnya, omzet penjualan para pedagang rata-rata meningkat 30 persen,” kata Susi, pedagang di Pasar Tanah Abang.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, para pedagang bukan hanya menyediakan busana muslim buatan dalam negeri. Mereka juga mendatangkan busana muslim dari negara lain.(SHA/liputan6.com)
lihat juga info terkait: Busana Muslim

Mengenal Koleksi Kebaya hingga Abaya dari Ramli

Setelah Membahas cara memilih busana muslim anak, kita lanjut menyimak artikel tentang busana muslim yang satu ini .Perancang kondang Indonesia, Ramli tetap setia dengan rancangan kebaya. Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Ramli memberikan lebih banyak pilihan busana. Selain memberikan pilihan tujuh kebaya terbarunya, Ramli juga menghadirkan busana longgar berpotongan panjang warna hitam kreasi teranyarnya. Koleksi lebaran Ramli lebih bervariasi dengan ragam pilihan abaya juga tunik.
http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/22/1225346p.jpg

“Dari 11 kebaya yang ditampilkan, tujuh di antaranya adalah rancangan terbaru. Selain kebaya, pilihan busana muslim lainnya adalah abaya dan tunik. Busana yang sopan, tertutup, dan longgar warna hitam juga koleksi baru yang bisa dikenakan saat Hari Raya nanti. Sedangkan kebaya lebih multifungsi. Selain bisa dipakai saat perayaan lebaran, kebaya juga bisa dikenakan untuk pesta atau acara formal lainnya,” jelas Ramli saat ditemui Kompas Female usai pagelaran busana memeriahkan program Ramadhan Rhapsody di Grand Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ramli menjelaskan, koleksi hari raya rancangannya memungkinkan untuk dipadu-padankan dengan aksesori kepala, sebagai busana muslim. Ramli memang hanya menampilkan selendang sebagai pelengkap busana tertutup untuk hari raya saat peragaan busana. Namun katanya, busana rancangannya bisa disesuaikan dengan penggunaan kerudung atau jilbab untuk penampilan berbusana muslim yang lebih sempurna.
Selendang yang melengkapi rancangan busana Ramli merupakan buatan tangan dari kain sutra, organdi, juga sifon. Anda juga bisa mengkreasikan selendang ini sebagai penutup kepala.
Koleksi lebaran Ramli, terutama tunik dan abaya, mematuhi pakem busana muslim dengan potongan panjang dan tidak ketat di badan. Selain juga tak meninggalkan konsep garis rancang Ramli, yang menonjolkan sisi etnik Indonesia.
Busana hitam memang menjadi andalan dan kreasi terbaru Ramli jelang hari raya, namun abaya bermotif batik juga dihadirkan. “Motif batik sangat khas karena didesain sendiri, dan diserahkan ke pengrajin untuk memproduksinya. Seperti pengrajin di Jawa Tengah, Betawi, dan Madura,” jelas perancang busana yang dianugerahi penghargaan Fashion Icon di ajang Jakarta Fashion & Food Festival 2011 ini.


Trend Baju Korea di Indonesia

Korea sekarang menjadi barometer fashion di dunia dan tentunya trend fashion korea juga terasa di Indonesia. Ini terbukti dengan banyaknya produk fashion berupa baju korea yang mendominasi model baju anak remaja.
Hal ini tak terlepas dari pengaruh gencarnya drama-drama, boyband, dan girlband Korea yang tampil dengan busana atau fashion yang unik dan terlihat menarik.
Kita bisa melihat salah satu artis terkenal Ayu ting ting yang selalu tampil dan mencari referensi busananya yang bergaya korea.
Baju korea memiliki warna dan corak yang menarik menambah daya tarik bagi pemakainya. Gayanya yang simple, unik dan casual bisa jadi merupakan model baju korea yang banyak ditiru remaja muda di Indonesia.


Selain unik, dengan menggunakan baju korea kita terlihat cerai dan semangat. Model baju korea pun selalu mengikuti jaman, dan bisa dikenakan di mana pun dan kapan pun. Cocok buat kamu yang memiliki jiwa sporty dan ingin tampil percaya diri.(wk)


Gaya Korea Style Idola Anak Muda

baju koreaDemam korea style semakin menjadi di Indonesia. Lihat saja anak muda di Indonesia menggunakan model baju terbaru dengan gaya korea atau Korean style. Hal ini tak lepas dari peran invasi artis, band, serta grup musik Korea di kalangan anak muda Indonesia. Keunikan gaya dalam berbusana menginspirasi pecinta fashion di seluruh dunia termasuk Indonesia.





Negara Korea sekarang menjadi salah satu negara acuan fashion di Asia selain Jepang. Gaya layering atau baju bertumpuk, tabrak motif dan warna, serta inovasi dan kreatifitas dalam padu padan baju serta aksesoris memang terlihat menarik dan enak dipandang.
Hal ini juga didukung dengan banyaknya designer asal Korea yang berkancah di dunia Internasional dan mendapatkan appresiasi dari masyarakat dunia.


Jika kamu ingin tampil bergaya ala Korea, caranya cukup mudah, tapi kalian harus pede atau percaya diri dan berani memadupadankan warna dan motif. Atau bisa saja menumpuk pakaian untuk bergaya. Referensi untuk bergaya ala korea sekarang sudah banyak di majalah atau pun di Internet.


Model baju terbaru korea pun selalu update dan memiliki banyak pilihan yang membuat kamu terlihat ceria dan lebih semangat. Jangan lupa tambahkan aksesoris yang membuat tampilanmu lebih keren.(wk)


Tips Tampil Cantik ke Kampus

Baju korea - Bagi seorang cewek, tampil cantik dan menarik tentu menjadi hal yang sangat berharga. Tampil dengan gaya casual merupakan cara yang tepat agar kegiatan di kampus menjadi lebih bermakna. Namun apapun gaya kamu, hal yang pertama yang harus diperhatikan adalah faktor kenyamanan. Untuk lebih jelasnya simak tips berikut ini:
- Pilihlah pakaian yang membuat kamu merasa nyaman dan tidak tersiksa. Selain bisa bikin pede dan tampil lebih bebas. Pilihannya bisa berupa kaos, jeans, yang dipadukan dengan sweater atau cardigan. Pakaian jangan terlalu ketat, agar bisa bebas beraktifitas, dan sebaliknya jangan terlalu longgar, Sesuaikan ukuran baju dengan bentuk tubuhmu.
- Pilihlah sepatu yang nyaman, karena aktifitas di kampus cukup banyak. Sebaiknya menggunakan sepatu yang bertapak datar dan hindari menggunakan sepatu bertumit tinggi.
- Pilihlah tas yang simple dan tidak ribet (bertali-tali). Untuk kamu yang ingin tampil sporty bisa memilih tas model backpack atau yang ingin tampil feminim bisa menggunakan tas tangan yang di sesuaikan dengan warna pakaian.
- Untuk aksesoris, Gunakan secara sederhana dan jangan menggunakan akesesoris yang berlebihan. Selain aneh nanti juga mengganggu aktifitas Anda.
- Untuk make up, pilihlah gaya make up natural dan sederhana, lipstik tipis dengan warna alami dan sedikit maskara membuat kamu terlihat cantik, menawan dan percaya diri.
Selamat berkreasi untuk tampi cantik ya :)

Baju Korea - Sekilas kalau kita perhatikan pedangdut yang lagi naik daun ini mirip orang korea, ditambah lagi gaya berbusananya yang korean style sehingga lebih kental gaya koreanya. Ayu Ting ting ternyata memang menyukai apapun yang berkesan Korea.
baju 
korea
Menurut Ayu Ting ting, Gaya baju korea terkesan simple dan lucu sehingga ayu makin meyukai gaya berbusana korean style baik pada saat manggung atau pun berpakaian sehari-hari.
Pelantun tembang “Alamat Palsu” ini mengadaptasi gaya berbusana musisi dan pemain film wanita korea dari ujung kepala hingga kaki. Referensi busana untuk manggung umumnya ditiru dari video klip korea  dan film-film korea yang di Indonesia juga makin digemari oleh remaja Indonesia.
Dengan semakin terkenal ayu ting ting, maka semakin banyak juga remaja Indonesia yang akan bergaya ala korean style ini. Untuk paduan baju korea ayu ting ting cukup menambahkan aksesoris yang lucu.(wk)
Info Terkait: Model Baju Terbaru

Gaya Berpakaian ala Ayu Ting Ting

Tren dan Gaya Berbusana Remaja Korea

Baju Korea - Gaya berpakaian ala negeri ginseng semakin digandrungi oleh anak muda di Indonesia. Hal ini tentu menjadi pelaung bisnis bagi pengusaha atau penjual baju korea. Pengaruh gaya busana korea ini disebabkan banyaknya drama seri asal korea yang bertemakan cerita remaja, seperti Winter Sonata, Princess Hours, Boys Before Flower, Full House, serta Coffee Prince, yang semakin menyebarluaskan gaya berpakaian ala Korea di Indonesia.
http://media1.id.88db.com/DB88UploadFiles/2010/06/22/3493B575-CE48-4718-8283-E9D36189D6EB.jpg
Gaya dan Cara berpakaian orang Korea pada dasarnya sama seperti orang-orang di Asia, Namun mereka jauh lebih berani dalam bereksplorasi dan sangat menginspirasi orang untuk meniru gaya busana mereka.
Gaya casual remaja korea sehari-hari biasanya mengenakan pakaian yang sesuai dengan musim. kalu musim semi, rata-rata orang mereka mengenakan rok mini atau celana pendek. Uniknya, meskipun menggunakan bawahan yang agak terbuka tapi hampir semua cewek Korea memakai atasan yang tertutup (cardigan atau mini blazer).
Kebanyakan para remaja putri yang sangat mengikuti tren. Karena dengan menggunakan baju korea mereka gaya berbusana simpel tetapi tetap enak dipandang mata.
Info Terkait: Pakaian Wanita

Bergaya dengan Baju Korea



baju korea
BAJU KOREA - Masyarakat Indonesia sangat mengemari tontonan drama Korea. Statiun TV Indosiar memperoleh rating yang tinggi dari drama-drama yang sering ditayangkan pada sore hari ini. Tentu saja, penontonnya yang sebagian besar kaum muda perempuan terpengaruh dengan penampilan artis-artis pemain drama itu dengan baju Korea modern yang simpel dan metropolis. Apalagi mereka adalah trendsetter fashion di Asia bersama-sama dengan China dan Jepang.
baju korea
Seperti kita tahu, industri fashion di Indonesia sebenarnya lebih cocok dengan negara-negara Asia ketimbang merujuk pada ibukota fashion dunia seperti Paris. Jadi sangatlah tepat pilihan anak ABG dan wanita dewasa di Indonesia jika mereka menyukai baju wanita Korea yang memang modis dan bercitarasa tinggi, selain tidak terlalu terbuka, nyaman juga untuk dikenakan dengan iklim Indonesia yang tropis dan kadangkala panas terik menyengat dengan sangat brutalnya. Tidak perlu heran jika Butik online yang menjual busana Korea ini pun kebanjiran order dan tentunya ini baik karena bangsa Indonesia memiliki cara berpakaian yang mengikuti perkembangan zaman.
 by:della ulima

FASHION™

Fashion is a general term for a popular style or practice, especially in clothing, foot wear, or accessories. Fashion references to anything that is the current trend in look and dress up of a person. The prevailing style in behavior as well. The more technical term, costume, has become so linked in the public eye with the term "fashion" that the more general term "costume" has in popular use mostly been relegated to special senses like fancy dress or masquerade wear, while the term "fashion" means clothing generally, and the study of it. For a broad cross-cultural look at clothing and its place in society, refer to the entries for clothing, costume, and fabrics. The remainder of this article deals with clothing fashions in the Western world.[1]

                       Clothing fashions


2008 Ed Hardy runway show
Early Western travelers, whether to Persia, Turkey or China frequently remark on the absence of changes in fashion there, and observers from these other cultures comment on the unseemly pace of Western fashion, which many felt suggested an instability and lack of order in Western culture. The Japanese Shogun's secretary boasted (not completely accurately) to a Spanish visitor in 1609 that Japanese clothing had not changed in over a thousand years.[2] However in Ming China, for example, there is considerable evidence for rapidly changing fashions in Chinese clothing.[3] Changes in costume often took place at times of economic or social change (such as in ancient Rome and the medieval Caliphate), but then a long period without major changes followed. This occurred in Moorish Spain during the 8th century, when the famous musician Ziryab introduced sophisticated clothing-styles based on seasonal and daily timings from his native Baghdad and his own inspiration to Córdoba in Al-Andalus.[4][5] Similar changes in fashion occurred in the Middle East from the 11th century, following the arrival of the Turks, who introduced clothing styles from Central Asia and the Far East.[6]
The beginnings of the habit in Europe of continual and increasingly rapid change in clothing styles can be fairly reliably dated to the middle of the 14th century, to which historians including James Laver and Fernand Braudel date the start of Western fashion in clothing.[7][8] The most dramatic manifestation was a sudden drastic shortening and tightening of the male over-garment, from calf-length to barely covering the buttocks, sometimes accompanied with stuffing on the chest to look bigger. This created the distinctive Western male outline of a tailored top worn over leggings or trousers.

Marie Antoinette was a fashion icon
The pace of change accelerated considerably in the following century, and women and men's fashion, especially in the dressing and adorning of the hair, became equally complex and changing. Art historians are therefore able to use fashion in dating images with increasing confidence and precision, often within five years in the case of 15th century images. Initially changes in fashion led to a fragmentation of what had previously been very similar styles of dressing across the upper classes of Europe, and the development of distinctive national styles. These remained very different until a counter-movement in the 17th to 18th centuries imposed similar styles once again, mostly originating from Ancien Régime France.[9] Though the rich usually led fashion, the increasing affluence of early modern Europe led to the bourgeoisie and even peasants following trends at a distance sometimes uncomfortably close for the elites—a factor Braudel regards as one of the main motors of changing fashion.[10]

Ten 16th century portraits of German or Italian gentlemen may show ten entirely different hats, and at this period national differences were at their most pronounced, as Albrecht Dürer recorded in his actual or composite contrast of Nuremberg and Venetian fashions at the close of the 15th century (illustration, right). The "Spanish style" of the end of the century began the move back to synchronicity among upper-class Europeans, and after a struggle in the mid 17th century, French styles decisively took over leadership, a process completed in the 18th century.[11]
Though colors and patterns of textiles changed from year to year,[12] the cut of a gentleman's coat and the length of his waistcoat, or the pattern to which a lady's dress was cut changed more slowly. Men's fashions largely derived from military models, and changes in a European male silhouette are galvanized in theatres of European war, where gentleman officers had opportunities to make notes of foreign styles: an example is the "Steinkirk" cravat or necktie.
The pace of change picked up in the 1780s with the increased publication of French engravings that showed the latest Paris styles; though there had been distribution of dressed dolls from France as patterns since the 16th century, and Abraham Bosse had produced engravings of fashion from the 1620s. By 1800, all Western Europeans were dressing alike (or thought they were): local variation became first a sign of provincial culture, and then a badge of the conservative peasant.[13]
Although tailors and dressmakers were no doubt responsible for many innovations before, and the textile industry certainly led many trends, the history of fashion design is normally taken[by whom?] to date from 1858, when the English-born Charles Frederick Worth opened the first true[weasel words] haute couture house in Paris. Since then the professional designer has become a progressively more dominant figure, despite the origins of many fashions in street fashion. For women the flapper styles of the 1920s marked the most major alteration in styles for several centuries, with a drastic shortening of skirt lengths, and much looser-fitting clothes; with occasional revivals of long skirts forms of the shorter length have remained dominant ever since. The four major current fashion capitals are acknowledged to be Milan, New York City, Paris, and London. Fashion weeks are held in these cities, where designers exhibit their new clothing collections to audiences, and which are all headquarters to the greatest fashion companies and are renowned for their major influence on global fashion.
Modern Westerners have a wide choice available in the selection of their clothes. What a person chooses to wear can reflect that person's personality or likes. When people who have cultural status start to wear new or different clothes a fashion trend may start. People who like or respect them may start to wear clothes of a similar style.
Fashions may vary considerably within a society according to age, social class, generation, occupation, and geography as well as over time. If, for example, an older person dresses according to the fashion of young people, he or she may look ridiculous in the eyes of both young and older people. The terms fashionista and fashion victim refer to someone who slavishly follows current fashions.
One can regard the system of sporting various fashions as a fashion language incorporating various fashion statements using a grammar of fashion. (Compare some of the work of Roland Barthes.)

Fashion industry

The fashion industry is a product of the modern age. Prior to the mid-19th century, most clothing was custom made. It was handmade for individuals, either as home production or on order from dressmakers and tailors. By the beginning of the 20th century—with the rise of new technologies such as the sewing machine, the rise of global capitalism and the development of the factory system of production, and the proliferation of retail outlets such as department stores—clothing had increasingly come to be mass-produced in standard sizes and sold at fixed prices. Although the fashion industry developed first in Europe and America, today it is an international and highly globalized industry, with clothing often designed in one country, manufactured in another, and sold world-wide. For example, an American fashion company might source fabric in China and have the clothes manufactured in Vietnam, finished in Italy, and shipped to a warehouse in the United States for distribution to retail outlets internationally. The fashion industry has long been one of the largest employers in the United States, and it remains so in the 21st century. However, employment declined considerably as production increasingly moved overseas, especially to China. Because data on the fashion industry typically are reported for national economies and expressed in terms of the industry’s many separate sectors, aggregate figures for world production of textiles and clothing are difficult to obtain. However, by any measure, the industry accounts for a significant share of world economic output.
The fashion industry consists of four levels: the production of raw materials, principally fibres and textiles but also leather and fur; the production of fashion goods by designers, manufacturers, contractors, and others; retail sales; and various forms of advertising and promotion. These levels consist of many separate but interdependent sectors, all of which are devoted to the goal of satisfying consumer demand for apparel under conditions that enable participants in the industry to operate at a profit.

Media

An important part of fashion is fashion journalism. Editorial critique, guidelines and commentary can be found in magazines, newspapers, on television, fashion websites, social networks and in fashion blogs.
At the beginning of the 20th century, fashion magazines began to include photographs of various fashion designs and became even more influential on people than in the past. In cities throughout the world these magazines were greatly sought-after and had a profound effect on public clothing taste. Talented illustrators drew exquisite fashion plates for the publications which covered the most recent developments in fashion and beauty. Perhaps the most famous of these magazines was La Gazette du Bon Ton which was founded in 1912 by Lucien Vogel and regularly published until 1925 (with the exception of the war years).
Vogue, founded in the US in 1892, has been the longest-lasting and most successful of the hundreds of fashion magazines that have come and gone. Increasing affluence after World War II and, most importantly, the advent of cheap colour printing in the 1960s led to a huge boost in its sales, and heavy coverage of fashion in mainstream women's magazines—followed by men's magazines from the 1990s. Haute couture designers followed the trend by starting the ready-to-wear and perfume lines, heavily advertised in the magazines, that now dwarf their original couture businesses. Television coverage began in the 1950s with small fashion features. In the 1960s and 1970s, fashion segments on various entertainment shows became more frequent, and by the 1980s, dedicated fashion shows such as Fashion-television started to appear. Despite television and increasing internet coverage, including fashion blogs, press coverage remains the most important form of publicity in the eyes of the fashion industry.
However, over the past several years, fashion websites have developed that merge traditional editorial writing with user-generated content. Online magazines like iFashion Network, and Runway Magazine, led by Nole Marin from America's Next Top Model, have begun to dominate the market with digital copies for computers, iPhones and iPads. Example platforms include Apple and Android for such applications.
A few days after the 2010 Fall Fashion Week in New York City came to a close, The New Islander's Fashion Editor, Genevieve Tax, criticized the fashion industry for running on a seasonal schedule of its own, largely at the expense of real-world consumers. "Because designers release their fall collections in the spring and their spring collections in the fall, fashion magazines such as Vogue always and only look forward to the upcoming season, promoting parkas come September while issuing reviews on shorts in January," she writes. "Savvy shoppers, consequently, have been conditioned to be extremely, perhaps impractically, farsighted with their buying."[14]
Ethnic Fashion is defined as the Fashion of Multicultural groups such as African-American, Hispanics, Asians, etc. Examples of Ethnic Designer are FUBU, BabyPhat, FatFarm, Sean John, Etc. It is estimated that Ethnic Fashion has contributed over 20 Billion dollars in revenues.

Intellectual property

Within the fashion industry, intellectual property is not enforced as it is within the film industry and music industry. To "take inspiration" from others' designs contributes to the fashion industry's ability to establish clothing trends. For the past few years, WGSN has been a dominant source of fashion news and forecasts in steering fashion brands worldwide to be "inspired" by one another. Enticing consumers to buy clothing by establishing new trends is, some have argued, a key component of the industry's success. Intellectual property rules that interfere with the process of trend-making would, on this view, be counter-productive. In contrast, it is often argued that the blatant theft of new ideas, unique designs, and design details by larger companies is what often contributes to the failure of many smaller or independent design companies.
Since fakes are distinguishable by their inherent poorer quality, there is still a demand for luxury goods. And as only a trademark or logo can be copyrighted for clothing and accessories, many fashion brands make this one of the most visible aspects of the garment or accessory.
In 2005, the World Intellectual Property Organization (WIPO) held a conference calling for stricter intellectual property enforcement within the fashion industry to better protect small and medium businesses and promote competitiveness within the textile and clothing industries

;
by: M.MAULID MAFTUHIN

Rabu, 15 Februari 2012

Gaya Rambut Emo Dan Harajuku

Aneka Gaya Model Rambut Emo Bagi Cowok

Emo sejatinya gaya rambut yang tehnik pemotongannya memanjangkan rambut bagian depan agar salah satu sisi muka tertutup. Jadi istilahnya model rambut untuk "pemalu" karena sisi mukanya tertutup. Efek misterius betul - betul diwujudkan dalam style emo haircuts ini. Seperti harajuku maka agar roh emo makin kuat bisa pula muka kita ditambahi aneka piercing dan make up yang kesannya gothic. Yang membedakan gaya model rambut emo dan harajuku adalah efeknya. Rambut emo cenderung menimbulkan kesan misterius dan tertutup.

Harajuku Hair Style
Saat ini banyak kita temui potongan rambut yang bermacam-macam bentuk dan variasinya. Salah satunya adalah Fashion Rambut  Harajuku. Eitsss tunggu dulu,  Harajuku ini bukan nama orang tetapi fashion rambut yang lagi tren pada jamannya. Ini terbukti sebagian besar anak-anak muda saat ini khususnya mahasiswa menyukai tern rambut ini.

potongan rambut acak-acakan dan unik adalah Harajuku Style yang identik dengan potongan rambut Jepang, potongan rambut ini sudah ngtren beberapa tahun belakangaN.harajuku style
 
BY SILFI INDRIANTI